Others

Sudah Tahu Negara Berbahasa Jawa ? Yuk Cek Disini

Sudah Tahu Negara Berbahasa Jawa

Bahasa Inggris menjadi sebuah bahasa dunia, karena dinilai mudah untuk dipelajari dan dipahami. Ketika kita hendak mengunjungi negara luar negeri pun, umumnya kita akan mempersiapkan bahasa inggris sebagai media komunikasi.

Namun bagi anda yang merasa susah mempelajari bahasa inggris, tak perlu khawatir. Pasalnya, terdapat beberapa negara yang justru menggunakan bahasa Jawa ! Yuk kita intip beberapa negara berbahasa jawa tersebut.

 Negara yang Menggunakan Bahasa Jawa

  1. Suriname

Suriname adalah sebuah negara, yang terletak di bagian Amerika Selatan.  Suriname menjadi negara yang memiliki banyak orang berbahasa Inggris, hal ini karena pada jaman 1890 banyak warga Jawa yang dibawa oleh penjajah menuju tempat ini. Menurut sejarahnya, Suriname merupakan bekas jajahan Belanda yang saat itu bernama Guyana Belanda.

Menurut artikel yang dilansir https://www.harapanrakyat.com/, penjajah Belanda membawa sekitar 75 ribu suku Jawa, untuk selanjutnya dijadikan buruh di Suriname. Dengan banyaknya warga Jawa yang dibawa ke salah satu negara, tak heran Suriname menjadi negara berbahasa Jawa.

Hampir 15 % dari total warga Suriname, akan menggunakan bahasa Jawa. Bahkan hingga saat ini pun, beberapa warga yang merupakan keturunan Indonesia masih menggunakan bahasa Jawa.

Bahasa nasional yang digunakan oleh warga Suriname adalah bahasa Belanda, meskipun begitu beberapa keturunan orang Jawa masih menggunakan bahasa salah satu suku di Indonesia ini. Hal tersebut membuat beberapa warga di Suriname dapat berbahasa Belanda, Inggris, serta Jawa.

  1. Pulau Cocos

Negara berbahasa jawa  selanjutnya adalah pulau Cocos, pulau yang terletak di Lautan Hindia ini merupakan sebuah pulau kecil yang menggunakan total 3 bahasa . Pulau Cocos atau Keeling merupakan sebuah pulau tak berpenghuni, yang ditemukan oleh William Keeling ketika melayani sebuah perusahaan Hindia Timur Britania.

Semakin berjalannya waktu, pulau yang pada awalnya hanya berupa dataran karang koral ini mulai dihuni oleh para pelaut Britania Raya. Pulau Cocos merupakan sebuah pulau kecil, yang hanya memiliki luas 14 km persegi. Saat jaman penjajahan pada abad ke-19, hampir 80% warga Jawa dan Melayu dibawa oleh Inggris untuk bekerja di kebun.

Dari banyaknya warga Jawa yang dibawa ke pulau ini, tak heran jika beberapa masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa. Warga yang masih memegang budaya Jawa umumnya adalah, golongan orang tua.

Meskipun memiliki hampir 80% masyarakatnya berasal dari Melayu dan Indonesia, bahasa nasional yang ditetapkan pada pulau Cocos adalah bahasa Inggris. Sehingga bahasa yang digunakan di pulau ini adalah Jawa, Melayu Cocos, Indonesia, serta Inggris.

Hingga kini, keturunan dari masyarakat Jawa pun semakin meningkat. Berdasarkan catatan pemerintahan, tahun 2007 negara berbahasa jawa  ini memiliki 596 jiwa. Sedangkan pada Ibu kota pulau Cocos yaitu Home Island, memiliki total sekitar 120 jiwa. Msyarakat di pulau ini banyak yang memegang agama Islam Sunni, yaitu sebanyak 60%. Sedangkan sisanya sebanyak 40%, bergama Kristen.

  1. Kaledonia Baru

Negara terakhir yang menggunakan bahsa Jawa adalah Kaledonia Baru, atau New Caledonia (NC). Kaledonia Baru adalah sebuah negara kepulauan, yang terletak di bagian selatan Samudra Pasifik. Bahasa nasional yang digunakan oleh warga Kaledonia Baru adalah bahasa Perancis, meskipun begitu nyatanya beberapa warga kaledonia menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya.

Pada tahun 1864, tempat ini dijadikan sebuah tempat pembuangan 22 ribu narapidana. Setelah gubernur Perancis menghapus hukuman, mulailah imigran asal Asia berdatangan untuk bekerja di perkebunan maupun pertambangan di tempat ini. Beberapa imigran tersebut merupakan warga Indonesia, yang memiliki suku Jawa.

Pada tahun tersebut pun, Belanda dan Perancis saling bertukar buruh untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kala itu Belanda mengirim hingga 170 buruh yang berasal dari Jawa, untuk dipekerjakan di Kebun serta tambang yang ada di Kaledonia. Sehingga tepatnya pada tahun 16 feburari 1896, buruh dari Indonesia tersebut tiba di salah satu negara berbahasa Jawa ini.

Menurut catatan pemerintah Kaledonia Baru, pada tanggal 1 September 2006 total penduduk di Kaledonia Baru berjumlah 238 jiwa. Diantara besarnya jumlah tersebut, merupakan keturunan dari masyarakat Jawa. Saat ini hanya sebagian anak muda saja yang menggunakan bahasa Jawa,  umumnya para orang tualah yang masih fasih berbahasa Jawa.

Bahasa merupakan sebuah bentuk komunikasi, yang dibutuhkan untuk berinteraksi satu sama lain. Bahasa yang diakui dunia adalah bahasa Inggris, namun nyatanya bahasa Jawa pun digunakan oleh beberapa masyarakat negara lain. Akibat penjajahan, banyak warga Jawa yang tersebar di beberapa negara. Jika kalian sempat berkunjung di negara tersebut, rasakan suasana nusantara berbahasa dan berbudaya Jawa.