Kesehatan

Apakah Neuropati Gejala Stroke ?

Neuropati Gejala Stroke

Stroke merupakan salah satu kondisi yang terjadi pada saat aliran darah ke otak menjadi terganggu sehingga mengakibatkan adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh pada darah. Karena jika tidak ada darah ataupun tidak bisa mendapatkan sebuah asupan oksigen dan nutrisi sehingga nantinya sel-sel yang ada pada bagian area otak akan mati. Sehingga nantinya kondisi ini bisa mengakibatkan bagian pada tubuh yang memang dikendalikan oleh area otak menjadi rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Jika terjadi telapak kaki terasa panas bisa saja akibat dari penyakit neuropati yang bisa mengakibatkan gejala stroke. Mengalami sebuah penyakit stroke memang salah satu keadaan yang darurat yang perlu penanganan medis secara khusus agar tidak terjadinya tingkat kerusakan otak ataupun penyakit komplikasi lainnya karena memang stroke merupakan sebuah kondisi yang di mana sel otak bisa mati hanya dalam hitungan menit saja.

Untuk terjadinya gejala stroke sebenarnya tergantung dari bagian otak yang mungkin terserang dan dari tingkat kerusakannya di mana setiap bagian pada tubuh yang dikendalikan oleh otak sangatlah berbeda-beda. Jadi tanda-tanda seseorang mengalami stroke memang bervariasi, namun terkadang stroke bisa muncul secara tiba-tiba. Di mana terdapat tiga gejala stroke yang sangat mudah untuk di pahami seperti :

  • Wajah biasanya akan terlihat menurun di satu sisi dan tidak bisa tersenyum karena mulut dan mata terasa terkulai.
  • Tidak bisa mengangkat salah satu lengan karena pastinya seperti mati rasa atau pun lemas. Bahkan bukan hanya lengan saja bagian tungkai mungkin salah satunya juga akan mengalami kelemahan tersebut.
  • Ucapan menjadi tidak jelas atau bahkan ada juga yang tidak mampu untuk berbicara sama sekali walaupun penderita tersebut masih terlihat sadar.

Stroke memang bisa menyebabkan sebuah masalah kesehatan lain ataupun komplikasi di mana jika terjadi dengan demikian bisa membahayakan nyawa seseorang. Untuk penyakit stroke sebenarnya terdapat dua jenis yaitu stroke iskemik di mana ini merupakan terjadinya pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke dalam otak kemudian mengalami penyempitan sehingga berakibat aliran darah ke otak akan berkurang. Sedangkan untuk stroke hemoragik yaitu terjadi pada saat pembuluh darah yang ada di otak pecah sehingga menyebabkan pendarahan. Pendarahan tersebut yang ada di otak dengan beberapa kondisi yang memang mempengaruhi pembuluh darahnya. Di mana kondisi tersebut seperti hipertensi yang mungkin tidak terkendali pengobatan dengan pengenceran darah dan melemahnya dinding pada pembuluh darah.

Sebenarnya untuk langkah awal yang bisa dilakukan jika anda mengalami gejala-gejala dari penyakit stroke anda harus bertanya kepada dokter yang nantinya pihak medis pun akan memberikan penanganan yang terbaik untuk anda. Langkah-langkah tersebut meliputi :

  • Gejala alami yang memang merupakan gejala awal yang sering dialami oleh para pasien penderita penyakit stroke ini.
  • Jenis obat-obatan yang memang sedang dikonsumsi.
  • Mencari tahu apakah anda pernah mengalami cedera pada bagian kepala.
  • Anda pun juga harus memeriksakan riwayat kesehatan anda dan keluarga yang memang memiliki penyakit jantung stroke ringan ataupun stroke.

Setelah itu nantinya pihak medis pun akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan pada awalnya dilakukan pemeriksaan tekanan darah, bunyi bising abnormal yang ada di pembuluh darah leher dengan menggunakan sebuah stetoskop dan detak jantung. Nantinya pihak medis pun akan melakukan percobaan lanjutkan seperti City scan, MRI elektrokardiografi, ekokardiografi dan USG Doppler karotis. Jika seseorang mengalami stroke harus memerlukan penanganan khusus oleh dokter saraf yang memang tergantung dari jenis stroke tersebut. Di mana apakah stroke tersebut diakibatkan adanya gumpalan darah yang memang menghambat aliran darah ke otak atau hanya di sebabkan pendarahan yang ada di dalam ataupun sekitar otak.

Jika mengalami stroke iskemik penanganan awal yang memang harus dilakukan yaitu menjaga jalannya pernafasan mengembalikan aliran darah dan mengontrol tekanan darah. Di mana untuk penanganan tersebut dilakukan dengan cara penyuntikan rtpa (recombinant tissue plasminogen activator), obat pengencer darah obat statin obat antiplatelet dan bisa dilakukan pelaksanaan operasi endarterektomi karotis dan angioplasti. Jika untuk pengobatan stroke jenis hemoragik untuk penanganan awalnya memang dilakukan untuk bisa mengurangi tekanan yang ada pada otak dan dapat mengontrol pendarahan. Di mana proses pengobatannya seperti mengkonsumsi obat-obatan dan melakukan operasi.